Mon, Mar 21st 2011, 09:12
LHOKSUKON - Warga memprotes pembangunan jalan Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara sepanjang enam kilometer yang sampai sekarang tak kunjung diselesaikan. Padahal, dana untuk pembangunan jalan itu telah diplot dalam anggaran APBK setempat. Karena itu, warga menilai pemkab kurang peduli, sehingga tak menindak kontraktor ‘nakal.’
Saat ini, kondisi jalan berbatu dan berdebu, sehingga mengancam kesehatan masyarakat yang melintas atau warga yang tinggal di pinggir jalan itu. “Apalagi, jalan tak pernah disiram,” ujar Hamdani, warga Meurah Mulia, kepada Serambi, kemarin.
Berdasarkan informasi didapatnya, kata Hamdani, jalan itu dibangun secara multi years oleh Pemkab Aceh Utara pada tahun 2009-2011. Namun, lanjutnya, saat pengerjaan pertama tahun 2009, pelaksana hanya menimbun jalan dengan tanah bercampur bebatuan. Setelah ditimbun, sebut Hamdani, ternyata jalan itu tidak pernah dibangun lagi. Makanya sekarang berdebu dan kerikil di jalan sudah terangkat ke permukaan sehingga membahayakan warga. “Kami berharap pembangunan jalan tersebut dapat segera dilanjutkan, jangan lagi diterlantarkan,” harapnya.
Kepala Dinas PU Aceh Utara, Tanwir, mengakui pembangunan jalan tersebut sempat terhenti akibat tidak dianggarkan dana pada tahun 2010. Menurut Tanwir, tahun 2009 pengerjaannya hanya penimbunan. Sedangkan tahun 2010, lanjutnya, ternyata tidak tersedia dana, sehingga kontraktor tidak lagi melanjutkan pembangunan jalan itu.
Namun, ia memastikan pada tahun 2011 telah tersedia dana sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan jalan tersebut, meskipun Rp 2 miliar dari total dana itu akan digunakan untuk membayar utang kepada kontraktor tersebut. “Jadi, hanya Rp 3 miliar lagi yang digunakan untuk melanjutkan pembangunan jalan itu. Tapi, intinya tak ada yang diterlantarkan, karena tahun 2011 pasti akan dilanjutkan kembali,” demikian Tanwir.(bah)
Sumber : Serambinews.com
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Mei 2011
Senin, 28 Maret 2011
Muspika Berencana Buka Blokir Jalan Paya Bakong
* Warga Kecewa
Sun, Feb 13th 2011, 09:07
LHOKSUKON - Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Kecamatan Paya Bakong berencana membuka blokir jalan Desa Keude Paya Bakong sampai Desa Pante Bahagia, kecamatan setempat. Hal itu diputuskan dalam musyawarah di kantor camat setempat, Sabtu (12/2).
Meski begitu, kalangan warga menyatakan kecewa dengan kebijakan diambil tersebut. Pasalnya, ketika jalan itu diblokir beberapa bulan lalu, kesepakatan warga dan muspika jalan itu dibuka apabila telah diaspal. Namun, sampai saat ini, jalan itu belum diaspal.
Tokoh pemuda Paya Bakong, Safrizal, Sabtu (12/2) menyebutkan pihak muspika tak mengajak kalangan pemuda dalam rapat tersebut. “Dulu ketika jalan itu ditutup telah ada kata sepakat, bahwa jalan akan dibuka kembali jika telah diaspal. Jika tidak, maka tidak akan dibuka. Ini, Muspika dalam rapat tadi, berencana membuka blokir jalan itu, Senin (14/2). Ini melanggar kesepakatan antara kita dan muspika,” sebut Safrizal.
Dia meminta agar kebijakan itu ditinjau kembali oleh muspika setempat. “Jalan yang kami blokir itu panjangnya 6 kilometer. Sekarang baru pengerasan 3,5 kilometer. Belum diaspal. Sisanya malah belum tau kapan dibuat. Kalau belum diaspal, harusnya tetap diblokir, jangan dibuka,” ujar Safrizal.
Sementara itu, Camat Paya Bakong, Nurdin, menyebutkan kebijakan membuka blokir jalan tersebut telah disepakati dengan kepala desa, PT Abad Jaya selaku rekanan, dan Muspika Paya Bakong. “Kalau tidak dibuka, sepanjang 3,5 kilometer jalan yang telah dilakukan pengerasan itu tanahnya tidak akan padat. Kalau diaspal pun, dikhawatirkan kuwalitasnya buruk. Karena tanahnya tidak padat, itu makanya jalan itu dibuka,” sebut Nurdin.
Dia menambahkan, untuk sisa jalan yang belum dibangun akan dibangun dalam tahun 2011 ini. “Pengaspalan jalan 3,5 kilometer itu akan dibangun dengan dana APBA 2011 ini. Sedangkan, sisa jalan sekitar 3 kilometer lagi, juga dengan APBA. Saya sudah dapat kabar, anggota DPRA dapil Aceh Utara, akan memplotkan uang untuk pembangunan jalan itu dalam APBA tahun ini,” pungkas Nurdin seraya menghimbau masyarakat agar sepakat dengan kebijakan tersebut dan bersabar terkait pembangunan jalan itu. Sebelumnya, beberapa bulan lalu, masyarakat memblokir jalan lintas Keude Paya Bakong-Desa Pante Bahagia, karena kondisinya rusak parah.(c46)
Sumber : Serambinews.com
Sun, Feb 13th 2011, 09:07
LHOKSUKON - Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Kecamatan Paya Bakong berencana membuka blokir jalan Desa Keude Paya Bakong sampai Desa Pante Bahagia, kecamatan setempat. Hal itu diputuskan dalam musyawarah di kantor camat setempat, Sabtu (12/2).
Meski begitu, kalangan warga menyatakan kecewa dengan kebijakan diambil tersebut. Pasalnya, ketika jalan itu diblokir beberapa bulan lalu, kesepakatan warga dan muspika jalan itu dibuka apabila telah diaspal. Namun, sampai saat ini, jalan itu belum diaspal.
Tokoh pemuda Paya Bakong, Safrizal, Sabtu (12/2) menyebutkan pihak muspika tak mengajak kalangan pemuda dalam rapat tersebut. “Dulu ketika jalan itu ditutup telah ada kata sepakat, bahwa jalan akan dibuka kembali jika telah diaspal. Jika tidak, maka tidak akan dibuka. Ini, Muspika dalam rapat tadi, berencana membuka blokir jalan itu, Senin (14/2). Ini melanggar kesepakatan antara kita dan muspika,” sebut Safrizal.
Dia meminta agar kebijakan itu ditinjau kembali oleh muspika setempat. “Jalan yang kami blokir itu panjangnya 6 kilometer. Sekarang baru pengerasan 3,5 kilometer. Belum diaspal. Sisanya malah belum tau kapan dibuat. Kalau belum diaspal, harusnya tetap diblokir, jangan dibuka,” ujar Safrizal.
Sementara itu, Camat Paya Bakong, Nurdin, menyebutkan kebijakan membuka blokir jalan tersebut telah disepakati dengan kepala desa, PT Abad Jaya selaku rekanan, dan Muspika Paya Bakong. “Kalau tidak dibuka, sepanjang 3,5 kilometer jalan yang telah dilakukan pengerasan itu tanahnya tidak akan padat. Kalau diaspal pun, dikhawatirkan kuwalitasnya buruk. Karena tanahnya tidak padat, itu makanya jalan itu dibuka,” sebut Nurdin.
Dia menambahkan, untuk sisa jalan yang belum dibangun akan dibangun dalam tahun 2011 ini. “Pengaspalan jalan 3,5 kilometer itu akan dibangun dengan dana APBA 2011 ini. Sedangkan, sisa jalan sekitar 3 kilometer lagi, juga dengan APBA. Saya sudah dapat kabar, anggota DPRA dapil Aceh Utara, akan memplotkan uang untuk pembangunan jalan itu dalam APBA tahun ini,” pungkas Nurdin seraya menghimbau masyarakat agar sepakat dengan kebijakan tersebut dan bersabar terkait pembangunan jalan itu. Sebelumnya, beberapa bulan lalu, masyarakat memblokir jalan lintas Keude Paya Bakong-Desa Pante Bahagia, karena kondisinya rusak parah.(c46)
Sumber : Serambinews.com
Langganan:
Postingan (Atom)